Cara Jual Ebook Sendiri, dari Naskah PDF sampai Dibayar
Cara jual ebook sendiri: dari naskah, ISBN opsional, PDF/EPUB, hitung harga bersih, sampai pilih tempat jual. Fee platform dicek per Oktober 2026.

Daftar isi
- Mulai dari ide: ebook apa yang masuk akal dijual
- Menulis dan menyusun naskah
- Perlu ISBN atau tidak?
- Format file: PDF atau EPUB, sampul, dan ukuran
- Harga jual ebook: hitung yang masuk rekening
- Tempat jual ebook: perbandingan netral
- Proteksi file: apa yang bisa dan tidak bisa
- Promosi dan langkah pertama minggu ini
- Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Sumber
Cara jual ebook paling cepat ada empat langkah: rapikan naskah, ubah ke PDF atau EPUB, pilih satu tempat jual, lalu promosikan. Untuk jual langsung ke pembaca, kamu tidak wajib punya ISBN. Google Play Books pun menyatakan ISBN tidak wajib. Yang sering terlupa adalah potongan biaya. Per Oktober 2026, potongannya berbeda jauh antarplatform, jadi hitung harga bersih sebelum memasang harga jual.
Panduan ini disusun Redaksi dari halaman resmi platform dan Perpusnas yang kami buka pada 20 Oktober 2026. Bagian yang belum bisa kami verifikasi kami tandai dengan jelas.
Mulai dari ide: ebook apa yang masuk akal dijual
Ebook yang laku biasanya tidak ditulis karena penulisnya ingin menulis buku. Ebook itu ditulis karena ada orang yang punya masalah spesifik dan mau membayar agar masalahnya cepat selesai.
Sebelum menulis satu bab pun, uji idemu dengan tiga pertanyaan:
- Siapa pembacanya? Jawaban "semua orang" berarti belum ada pembacanya. "Ibu rumah tangga yang mau mulai jualan kue lewat WhatsApp" baru jelas.
- Masalah apa yang selesai setelah membaca? Tulis dalam satu kalimat.
- Sudah adakah versi gratis yang bagus? Kalau satu video YouTube 10 menit sudah menjawab semuanya, orang tidak punya alasan membayar.
Riset cepatnya bisa dilakukan dari HP. Ketik topikmu di Google dan catat saran autocomplete-nya. Buka kotak "People also ask". Lalu baca kolom ulasan produk sejenis di marketplace, terutama ulasan bintang 2–3. Keluhan seperti "isinya terlalu umum" atau "tidak ada contoh" adalah celah yang bisa kamu isi.
Kalau masih bingung memilih jenis produk, kami sudah membahas pilihannya di produk digital yang laku dijual untuk pemula.
Menulis dan menyusun naskah
Tidak ada panjang ideal. Panduan 30 halaman yang padat lebih berharga daripada 150 halaman yang diulur. Susun daftar isi dulu: satu bab untuk satu langkah atau satu masalah. Setelah itu tulis secara berurutan.
Beberapa hal yang membedakan ebook berbayar dari kumpulan catatan:
- Contoh nyata di setiap bab, misalnya templat pesan, tabel hitungan, atau tangkapan layar.
- Cek fakta. Angka, harga, dan aturan diberi tanggal. Harga yang ditulis tahun lalu bisa membuat pembaca merasa tertipu.
- Minta satu atau dua orang membaca draf. Pilih orang dari kalangan calon pembeli, bukan sesama penulis.
Soal hak cipta, jual hanya karya milikmu sendiri. Foto, ilustrasi, font, dan kutipan panjang harus berlisensi untuk penggunaan komersial. Ebook berisi rangkuman buku orang lain atau materi kursus orang lain yang dijual ulang termasuk pelanggaran, bukan sekadar "area abu-abu".
Perlu ISBN atau tidak?
Jawaban singkatnya: tidak wajib untuk jual langsung, tetapi berguna untuk distribusi yang lebih luas.
Google Play Books menulis di halaman bantuannya bahwa ISBN tidak diperlukan untuk mengirim atau menjual buku di Google Play. Buku tanpa ISBN akan diberi kode internal berawalan GGKEY. Platform jual langsung seperti Mayar atau lynk.id juga tidak meminta ISBN di halaman yang kami baca. Meski begitu, cek lagi ketentuan setiap platform sebelum mengunggah.
ISBN mulai terasa perlu bila kamu ingin bukumu masuk ke perpustakaan, toko buku resmi, atau dipakai untuk kebutuhan akademik.
Yang jarang dijelaskan: ISBN di Indonesia diajukan oleh penerbit, bukan oleh penulis perorangan. Berdasarkan portal ISBN Perpusnas (dibuka 20 Oktober 2026), alurnya begini:
- Registrasi penerbit. Kategori yang tercantum antara lain perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan buku (KBLI 58110), yayasan atau perhimpunan, penerbit instansi pemerintah, dan unit penerbitan perguruan tinggi.
- Registrasi judul. Berkas yang diminta: surat permohonan, halaman awal buku, naskah akhir yang sudah diberi tanda air (watermark), surat pernyataan keaslian karya (SPKK), dan tautan ke halaman buku di situs resmi penerbit.
- Penerbit wajib punya situs web resmi yang aktif dan bisa diakses terus-menerus.
Kriteria buku yang bisa diberi ISBN diatur dalam Peraturan Perpusnas No. 11 Tahun 2025. Aturan sebelumnya (No. 5 Tahun 2022) mensyaratkan buku disebarluaskan dan bisa diakses secara umum. Baca pasal terbarunya di portal sebelum mengajukan.
Layanan dibuka Senin–Jumat pukul 08.00–15.30 WIB. Portal mengenali media PDF, EPUB, dan audiobook. Kami tidak menemukan keterangan biaya tertulis di halaman tersebut, jadi tanyakan langsung ke isbn@mail.perpusnas.go.id. Penulis perorangan biasanya bekerja sama dengan penerbit, termasuk penerbit indie. Baca kontraknya dulu, terutama bagian hak cipta dan bagi hasil.
Format file: PDF atau EPUB, sampul, dan ukuran
PDF cocok untuk panduan bergambar, lembar kerja, dan templat karena tata letaknya tidak berubah. Kekurangannya, teksnya kecil di layar HP. EPUB menyesuaikan diri dengan ukuran layar dan enak dibaca di aplikasi baca, tetapi tata letak yang rumit bisa berantakan.
Kalau mayoritas pembacamu memakai HP, pertimbangkan ukuran halaman PDF yang lebih kecil dari A4 dan huruf minimal 11–12 pt. Kompres juga file-nya. Ebook 80 MB akan menyulitkan pembeli yang kuotanya terbatas.
Untuk Google Play Books, pedoman file resminya mensyaratkan:
- format .epub atau .pdf, di bawah 2 GB per file (termasuk file sampul);
- sampul minimal 640 piksel dan maksimal 7.200 piksel, dalam format JPEG, PNG, TIFF, atau PDF;
- PDF tidak boleh diberi kata sandi, dan buku minimal empat halaman.
Sampul bisa dibuat sendiri di aplikasi desain. Bila memakai AI untuk mengolah gambar, cek dulu fitur mana yang benar-benar gratis dan boleh dipakai komersial. Ulasannya ada di AI gratis untuk edit foto.
Harga jual ebook: hitung yang masuk rekening
Harga jual dan uang yang kamu terima itu berbeda. Mulailah dari potongan biayanya.
Contoh di bawah adalah simulasi hitungan biaya, bukan perkiraan penjualan. Asumsinya: ebook seharga Rp50.000 dijual di Mayar paket Starter, dan semua biaya ditanggung penjual. Angka diambil dari halaman biaya Mayar per 20 Oktober 2026: admin fee untuk Digital Download/E-Book sebesar 4%, ditambah biaya kanal pembayaran.
| Metode bayar pembeli | Admin fee 4% | Biaya kanal | Total potongan | Kamu terima |
|---|---|---|---|---|
| QRIS (0,7%) | Rp2.000 | Rp350 | Rp2.350 | Rp47.650 |
| E-wallet (1,5%) | Rp2.000 | Rp750 | Rp2.750 | Rp47.250 |
| Virtual Account (Rp4.000) | Rp2.000 | Rp4.000 | Rp6.000 | Rp44.000 |
Biaya penarikan Mayar sebesar Rp2.775 dikenakan per penarikan, bukan per penjualan. Jika 10 penjualan lewat QRIS ditarik sekaligus, hasilnya Rp476.500 − Rp2.775 = Rp473.725. Mayar juga menyebut admin fee dan biaya kanal bisa dibebankan ke pembeli lewat pengaturan metode pembayaran. Pilihan itu membuat bersihmu utuh, tetapi harga di mata pembeli jadi naik.
Perhatikan metode VA pada tabel. Untuk produk murah, biaya flat Rp4.000 terasa berat. Pada harga Rp15.000, potongannya sudah lebih dari seperempat harga. Karena itu ebook murah lebih cocok dijual dengan QRIS.
Tempat jual ebook: perbandingan netral
Data di tabel ini diambil per 20 Oktober 2026. Semua angka bisa berubah, jadi buka halaman resminya sebelum memutuskan.
| Platform | Potongan | Pembayaran pembeli | Pencairan | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Google Play Books | Bagi hasil, untuk Indonesia mengikuti "current revenue split" (lihat catatan) | Metode di Google Play | Transfer bank dalam dolar AS | Toko besar, ISBN tidak wajib, ada opsi DRM | Persentase untuk Indonesia tidak disebut di halaman FAQ, pencairan dalam USD |
| Mayar | Admin 4% (Starter) + biaya kanal | QRIS, e-wallet, VA, kartu kredit, minimarket | Rp2.775 per penarikan | Biaya terbuka, metode bayar lengkap | Kamu harus membawa pembeli sendiri |
| lynk.id | Belum terverifikasi | Belum terverifikasi | Belum terverifikasi | Halaman "link in bio" sekaligus toko | Halaman FAQ resmi tidak bisa kami buka |
| Shopee | Belum terverifikasi untuk ebook | Metode Shopee | Mengikuti Shopee | Lalu lintas pembeli besar | Aturan resmi untuk file ebook tidak kami temukan |
| Gumroad | 10% + US$0,50 (penjualan langsung), 30% lewat Discover | Pembayaran internasional, QRIS tidak tercantum | Direct deposit/PayPal, tergantung negara | Cocok untuk pembeli luar negeri | Kurang pas untuk pembeli Indonesia |
Catatan per platform:
Google Play Books. Menurut FAQ bagi hasil Google, bagi hasil 70% berlaku di lebih dari 60 negara bagi partner yang sudah menerima Persyaratan Layanan terbaru. Indonesia tidak termasuk. Untuk penjualan ke pembeli di Indonesia, partner mendapat "current revenue split". Partner yang belum menerima Persyaratan Layanan terbaru mendapat bagi hasil default 52%. Persentase pasti untuk akunmu dapat dilihat di Partner Center. Jadi, jangan percaya artikel yang menulis "Google Play Books bagi hasil 70%" untuk Indonesia. Di tabel negara yang didukung, Indonesia tercatat bisa mendaftar sebagai penjual (khusus ebook), dan pembayarannya dikirim lewat transfer bank dalam dolar AS.
lynk.id. Beberapa ulasan pihak ketiga menyebut angka potongan untuk akun Free dan PRO, tetapi halaman FAQ resminya menolak akses kami pada 20 Oktober 2026. Karena itu kami belum bisa memverifikasi angkanya dan tidak mencantumkannya di sini. Cek langsung di aplikasi atau situsnya.
Shopee. Banyak panduan media menyebut ebook bisa dijual di Shopee. Halaman syarat produk digital resmi yang kami temukan hanya mengatur e-voucher lewat perjanjian kerja sama, tanpa menyebut ebook. Biaya admin Shopee 2026 berkisar 2,5–11,7% tergantung kategori, menurut Bisnis.com, tetapi angka untuk ebook tidak disebut. Sebelum memasang produk, baca daftar produk terlarang dan ketentuan kategori di Seller Centre.
Saran kami untuk pemula: pilih Mayar atau platform sejenis bila kamu sudah punya audiens sendiri, misalnya pengikut media sosial atau grup. Pilih Google Play Books bila kamu ingin ebook-mu bisa ditemukan orang yang belum mengenalmu dan siap menunggu pencairan dalam dolar. Mulai dari satu tempat dulu. Mengurus empat toko sekaligus biasanya justru menghabiskan waktu promosi.
Proteksi file: apa yang bisa dan tidak bisa
Kami jujur saja: tidak ada ebook yang kebal bajakan. Apa pun yang bisa dibaca di layar bisa difoto ulang. Yang bisa kamu lakukan adalah membuat pembajakan lebih repot dan lebih mudah dilacak.
- Watermark nama atau email pembeli di setiap halaman, bila platformmu menyediakannya. Orang lebih segan menyebarkan file yang mencantumkan namanya.
- Batasi akses. Pakai tautan unduh yang kedaluwarsa atau hanya bisa dipakai sekali, bila platform menyediakan fiturnya.
- DRM di Google Play Books. Partner Center punya pengaturan DRM yang bisa diaktifkan atau dimatikan per buku. Perlu dicatat, buku ber-DRM yang ukurannya lebih dari 128 MB tidak bisa diunduh pembeli, jadi jaga ukuran file tetap kecil.
- Perbarui isi secara berkala. Pembeli resmi mendapat versi terbaru, sedangkan bajakan tertinggal di versi lama.
Bila menemukan ebook-mu dijual orang lain, kumpulkan bukti dulu: tangkapan layar, tautan, dan tanggal. Laporkan lewat fitur laporan pelanggaran hak kekayaan intelektual di platform tempat bajakan itu dijual. Untuk jalur resmi, DJKI pada Desember 2022 menyatakan pengaduan hanya bisa diproses bila pelapor punya bukti kepemilikan seperti sertifikat atau surat pencatatan ciptaan. Karena itu, mencatatkan ciptaan sejak awal bisa memudahkan langkahmu nanti.
Hati-hati juga dengan tawaran "jasa jualan ebook" yang meminta deposit di depan. Pola penipuannya mirip dengan yang kami bahas di aplikasi penghasil uang nyata atau penipuan.
Promosi dan langkah pertama minggu ini
Ebook tidak akan laku hanya karena sudah ada di toko. Pembeli datang dari tempat kamu sudah dipercaya: akun media sosial, grup komunitas, atau blog.
Rencana tujuh hari yang realistis:
- Hari 1–2: tulis satu kalimat masalah yang diselesaikan ebook-mu, lalu susun daftar isinya.
- Hari 3: buat satu bab contoh gratis. Bab ini menjadi bahan promosi sekaligus bukti kualitas.
- Hari 4: buat sampul dan ekspor ke PDF. Buka file-nya di HP dan baca sampai habis.
- Hari 5: daftar di satu platform dan hitung harga bersih dengan tabel di atas.
- Hari 6–7: bagikan bab gratis di tempat audiensmu berkumpul, sertakan tautan pembelian, lalu catat pertanyaan yang muncul untuk memperbaiki ebook versi berikutnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah jual ebook wajib ISBN?
Tidak untuk jual langsung. Google Play Books menyatakan ISBN tidak diperlukan. ISBN berguna untuk masuk perpustakaan dan toko buku resmi, dan pengajuannya dilakukan oleh penerbit lewat isbn.perpusnas.go.id.
Apakah hasil jual ebook kena pajak?
Penghasilan dari usaha tetap termasuk penghasilan. Artikel di pajak.go.id (29 September 2026, ditulis pegawai DJP sebagai pendapat pribadi) menjelaskan bahwa wajib pajak orang pribadi UMKM yang memenuhi syarat tidak dikenai PPh atas Rp500 juta pertama omzet setahun. Selebihnya kena PPh final 0,5% sesuai PP 55/2022 yang diubah PP 20/2026. Syarat lengkapnya tanyakan ke DJP atau Kring Pajak 1500200.
Bagaimana agar ebook tidak dibajak?
Tidak bisa dicegah sepenuhnya. Kurangi risikonya dengan watermark nama pembeli, tautan unduh terbatas, DRM bila tersedia, dan pembaruan isi berkala.
Berapa potongan jual ebook di marketplace?
Tergantung platformnya. Per 20 Oktober 2026, Mayar memotong 4% ditambah biaya kanal (QRIS 0,7%), Gumroad memotong 10% + US$0,50 untuk penjualan langsung, dan bagi hasil Google Play untuk Indonesia mengikuti "current revenue split" yang persentasenya dapat dilihat di Partner Center. Angka untuk Shopee dan lynk.id belum bisa kami verifikasi dari halaman resminya.
Sumber
- Mayar: Fees (diakses 20 Oktober 2026)
- Google Play Books Partner: Revenue split FAQs (diakses 20 Oktober 2026)
- Google Play Books Partner: ISBNs (diakses 20 Oktober 2026)
- Google Play Books Partner: Supported countries for selling books (diakses 20 Oktober 2026)
- Google Play Books Partner: Book file guidelines (diakses 20 Oktober 2026)
- Google Play Books Partner: DRM options (diakses 20 Oktober 2026)
- Layanan ISBN Perpustakaan Nasional RI (diakses 20 Oktober 2026)
- Gumroad: Pricing (diakses 20 Oktober 2026)
- Shopee: Syarat dan Ketentuan Penjualan Produk Digital-/-DIGITAL-PRODUCT-SALES-ON-TERMS-AND-CONDITIONS-(ADMINISTRATION-FEE)) (diakses 20 Oktober 2026)
- Bisnis.com: Biaya Wajib Seller, TikTok Shop vs Shopee (terbit 21 Mei 2026)
- pajak.go.id: Omzet Rp500 Juta Pertama, "Pajak yang Tidak Dipungut" (terbit 29 September 2026)
- Hukumonline: Temukan Pelanggaran KI, Masyarakat Diingatkan Lapor ke DJKI (terbit 26 Desember 2022, diakses 20 Oktober 2026)


